Artikel
Ana Christanti, M.Pd.
Rabbani dalam Bingkai Pendidikan Karakter-Budi Pekerti
Oleh : Ana Christanti, M.Pd.
(Kepala SMP Al Falah Deltasari, Sidoarjo)
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka terdapat pengajaran untuk orang-orang yang berakal. Al Quran bukan cerita yang dibuat-buat, melainkan membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya serta menjelaskan segala sesuatu serta sebagai petunjuk dan rahmat untuk yang beriman. (Q.S. Yusuf: 111)
Dunia terus berputar. Perilaku manusia berubah dan berkembang untuk menjawab tuntutan zaman sembari menentukan rumus mengendalikan kehidupannya. Pendidikan merupakan ikhtiar menjawab tantangan itu.
Namun, saat melaju di rel yang salah arah akibat jebakan modern dengan hedonisme sebagai prioritas, pendidikan kehilangan roh sebagai sarana jitu memanusiakan manusia, mendewasakan, serta menjauhkannya dari prinsip memegang teguh dan menjunjung kebenaran.
Kompleksitas muatan beragam institusi pendidikan saat ini, pada satu sisi, menawarkan bermacam nutrisi pengetahuan kepada peserta didik agar mampu mengenali isi dunia. Di sisi lain, proses itu bisa saja menjebak mereka dalam godaan mendewakan pemikiran menurut versinya sendiri andai tidak cukup dilandasi pemahaman mendalam atas hakikat berilmu serta teladan dalam interaksi pendidikan.
Ust. Tukin, S.Pd.
MENDIDIK ANAK DENGAN AKHLAK
Oleh : Tukin, S.Pd.
(Kepala SD Al Falah Surabaya)
“Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah dan orang tualah yang menjadikan anak itu Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi” (al Hadist).
Seorang anak ibarat kertas putih, apakah kertas itu dicoret dengan tinta warna merah, abu-abu, hitam pekat atau tetap dijaga putih selamanya, semua bergantung pada pola pendidikan yang diberikan oleh orang tua.
Pada dasarnya semua orang tua menginginkan putra-putrinya sukses, baik di dunia terlebih di Akhirat kelak. Bahkan seorang perampok sekalipun tetap punya keinginan agar anaknya jadi anak yang baik dan sukses tidak seperti dirinya. Pendidikan yang baik jualah yang dapat mengantarkan putra-putri kita menjadi generasi yang sukses menatap masa depan. Di samping kecerdasan akademik yang baik, pola pembinaan akidah akhlak harus senantiasa kita berikan kepada mereka. Pola pembinaan ini kita lakukan terus-menerus dan berkelanjutan. Sumber pembinaan utama akhlak terdapat dalam Alquran dan As Sunnah. Ketika sayidah Aisah ditanya salah satu sahabat tentang akhlak Rosululloh, beliau menjawab bahwa akhlak Rosululloh adalah Alquran. Ada banyak pembelajaran akhlak yang terdapat dalam Alquran. Kisah Luqmanul Hakim dapat menjadi salah satu teladan bagi kita tentang pola pembinaan akhlak anak. Kisah tersebut terdapat dalam surah Al Luqman 13-19 yang antara lain berisi:




