Mengenalkan Gadget  Mengenalkan Gadget

Mengenalkan Gadget Secara Bijak pada Anak

Era komunikasi dan teknologi saat ini tidak dipungkiri telah banyak membatu manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Hubungan antar-manusia seakan tak berjarak. Begitu banyak pekerjaan yang terbantu dan dimudahkan oleh komunikasi dan teknologi yang semakin canggih.

Apakah gadget itu, menyadur dari Wikipedia , pengertian gadget adalah : A gadget is a smalltechnological object (such as a device or an appliance) that has a particular function, but is often thought of as a novelty. Gadgets are invariably considered to be more unusually or cleverly designed than normal technology at the time of their invention. Gadgets are sometimes also referred to as gizmos. (Wikipedia.com)

Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Salah satu hal yang membedakan gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan”. Artinya, dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis.

Ungkapan Cinta SiswaUngkapan Cinta Siswa

Ungkapan Cinta Terhadap Rasulullah

Pagi yang cerah pada tanggal 25 Januari 2013 M. bertepatan dengan tanggal 13 Robiul Awal 1434 H. Seluruh siswa dan ustadz-ustadzah SD Al Falah memperingati kelahiran Nabi Muhammad Saw. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk merealisasikan hadis Rasul, “Ajarilah anak-anakmu ke dalam tiga hal yaitu mencintai nabi dan keluarganya dan belajar Al Quran.”

Diawali dengan pawai cinta rasul yaitu berjalan bersama dengan dengan rute SD Al Falah, Jl. Darmo Kali, Jl. Progo, Taman Bungkul, Jl. Raya Darmo, dan kembali ke SD Al Falah. Dalam perjalanan pawai tersebut siswa-siswi membawa berbagai poster. Sebagian dari kalimat-kalimat dalam poster yang dibuat sendiri oleh siswa-siswi tersebut di antaranya adalah Ayo Cintai Rasululullah, We All Love You Muhammad, Rasulullah Our Hero, Muhammad My Inspiration, Muhammad Idolaku, Muhammad Nabiku dan Pemimpinku, I Love Muhammad Saw.

Belajar di Negeri TetanggaBelajar di Negeri Tetangga

Berkunjung ke Sekolah Malaysia dan Singapura

Seminggu setelah awal pembelajaran di semester dua, tepatnya tanggal 13-19 Januari 2013, 34 siswa-siswi SMP Al Falah Deltasari mengikuti student exchange ke negeri tetangga, tepatnya di Malaysia dan studi banding ke Singapura.

Bersama tiga guru pendamping, 34 siswa berkumpul di bandara Juanda sekitar pukul 07.00 wib. Walaupun baru masuk sekolah seminggu bukan berarti para siswa ini kurang jatah liburannya, tapi karena ada sesuatu berharga yang dicari di student exchange ini. Melatih tanggung jawab, disiplin, mandiri, bersosialisasi dan percaya diri menjadi tujuan utama dari kegiatan tersebut.

Syndicate content

Artikel

Keterpaduan dan Keterbukaan Orang Tua dan GuruKeterpaduan dan Keterbukaan Orang Tua dan Guru

Keterpaduan dan Keterbukaan Antara Sekolah dan Orang Tua

Oleh : Kartika Nawangsasi, S.S. (Guru SD Al Falah Surabaya)

Baru-baru ini, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan bahwa bahasa Inggris di sekolah dasar akan dihapus, mata pelajaran ini ditiadakan untuk siswa SD karena untuk memberi waktu kepada para siswa dalam memperkuat kemampuan bahasa Indonesia sebelum mempelajari bahasa asing. Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial melebur menjadi Ilmu Pengetahuan Umum. Selanjutnya kurikulum akan dirombak dengan pendekatan tematik integratif yang mengombinasikan antara 6 pelajaran utama yakni PPKN (sebelumnya PKn), Agama, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya dan Pendidikan Jasmani. Perombakan ini untuk sementara memang hanya untuk kelas 1-3, sedang kelas 4-6 masih didiskusikan lagi.

Jelas, kurikulum seperti ini mengacu kepada kurikulum Eropa, Finlandia khususnya. Namun keadaan di Finladia tentu saja tidak sama dengan di Indonesia. Mulai dari sumber daya sampai prasarana. Tidak perlu kita membandingkan dengan kondisi Indonesia yang berada di pelosok, dengan yang di kota besar saja sudah terlihat perbedaannya. Kalaupun ada yang setaraf dengan Finlandia tentu tidak lebih dari seperempatnya. Selain itu, di Finlandia tidak ada assesment dan siswa dibebaskan untuk memilih kurikulum yang diminati.

Ust. Juwito Ashari, M.A.Ust. Juwito Ashari, M.A.

Konsep Penyiapan Generasi Masa Depan

Oleh : Juwito Ashari, M.A. (Guru SD Al Falah Surabaya)

Dalam menghadapi tahun pelajaran baru banyak yang harus dipersiapkan. Kesiapan finansial untuk mencukupi kebutuhan perlengkapan sekolah, kesiapan psikologi anak untuk menghadapi tantangan baru di kelas baru dan kesiapan program pendidikan yang mampu mengantarkan anak-anak untuk menjadi generasi saleh-salehah. Semua kesiapan tersebut saling berkaitan.

Pada kesempatan ini yang paling penting adalah menyamakan persepsi bersama tentang kesiapan program pendidikan yang akan dilaksanakan oleh anak-anak, orang tua/wali murid, dan seluruh ustadz-ustadzah. Untuk itu, kita akan mencoba memahami bersama dengan pendekatan Qurani (surat Al Fatihah) dan sunnah nabi.

Surat Al Fatihah sebagaimana yang sudah kita pahami adalah sebagai Ummul Quran atau induknya Al Quran yang isinya adalah meliputi seluruh isi Al Quran. Artinya dengan memahami surat Al Fatihah kita akan mendapatkan gambaran global tentang seluruh konsep kehidupan termasuk di dalamnya konsep strategi penyiapan generasi masa depan yang saleh-salehah.

  • Artikel lainnya