Ada Multi Kecerdasan pada Mereka

Pencak Silat Tapak SuciPencak Silat Tapak Suci

Ada Multi Kecerdasan pada Mereka

Warna merah tampak memenuhi ruangan aula SD Al Falah. Warna merah itu seolah menggambarkan semangat mereka dalam berjuang beberapa menit lagi. Antusias jelas terlihat saat di antara mereka meminta juri untuk segera memulai pertandingan pencak silat Pencak silat tapak suci.

Pertandingan dimulai tepat saat jam menunjukkan pukul tujuh 07.15. Pertandingan itu memakai sistem gugur. Siapa saja yang ikut dalam pertandingan ini harus siap dengan keputusan juri. Siapa pun yang menang nanti akan dipertandingkan kembali. Bagi yang kalah diperbolehkan tetap melihat pertandingan sampai usai.

Semangat mereka yang tidak lolos masih jelas terlihat, ketika satu persatu pemenang menampilkan kembali aksinya. Ada yang berteriak histeris dan ada pula yang menatap tercengang dengan mimik khawatir. Mereka sangat sportif dengan hasil yang ada, walaupun akhirnya tidak menang, jabat tangan mereka mewakili kebersamaan yang terjalin.

Anak- anak yang ikut dalam ekstrakurikuler pencak silat tapak suci sebagian memiliki kecerdasan kinestetik. Kemampuan untuk mengendalikan gerakan tubuh atau memainkan benda-benda secara terampil, merupakan bentuk nyata dari kecerdasan tersebut. Individu dengan kecerdasan tersebut akan cenderung mengekspresikan diri melalui gerakan tubuh, memiliki keseimbangan yang baik dan mampu melakukan berbagai manuver fisik dengan cerdik. Melalui gerakan tubuh pula, individu dapat berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya, dalam mengingat dan memroses setiap informasi yang diterimanya. Kecerdasan ini dapat terlihat pada koreografer, penari, pemanjat tebing.

Beberapa kecerdasan yang dimiliki anak-anak berbeda antara satu dengan yang lainnya. Mereka mempunyai warna sendiri dengan kecerdasan yang telah dimiliki. Salah satu anak ada yang memiliki kecerdasan bahasa tapi ada anak lain yang memiliki kecerdasan spasial. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang mewadahi kecerdasan bahasa, yaitu teater.

Pada kecerdasan ini individu dengan dasar penggunaan kata-kata dan atau bahasa, meliputi mekanisme yang berkaitan dengan fonologi, sintaksis, semantik dan pragmatik. Mereka yang memiliki kecerdasan tersebut, mempunyai kecakapan tinggi dalam merespon dan belajar dengan suara dan makna dari bahasa yang digunakan. Pada umumnya merupakan ahli yang berbicara di depan publik. Mereka lebih bisa berpikir dalam bentuk kata-kata daripada gambar. Kecerdasan ini merupakan aset berharga bagi jurnalis, pengacara, pencipta iklan.

Selain mengasah kecerdasan bahasa dalam teater juga mengusung kecerdasan yang lain. Di antaranya, kecerdasan interpersonal dan kecerdasan intrapersonal. Kecerdasan interpersonal merupakan kecerdasan dalam berhubungan dan memahami orang lain di luar dirinya. Kecerdasan tersebut menuntun individu untuk melihat berbagai fenomena dari sudut pandang orang lain, agar dapat memahami bagaimana mereka melihat dan merasakan. Sehingga terbentuk kemampuan yang bagus dalam mengorganisasikan orang, menjalin kerjasama dengan orang lain atau pun menjaga kesatuan suatu kelompok.

Kemampuan tersebut ditunjang dengan bahasa verbal dan nonverbal untuk membuka saluran komunikasi dengan orang lain. Sedangkan kecerdasan intrapersonal, tergantung pada proses dasar yang memungkinkan individu untuk mengklasifikasikan dengan tepat perasaan-perasaan mereka, misalnya membedakan sakit dan senang dan bertingkah laku tepat sesuai pembedaan tersebut.

Kecerdasan ini memungkinkan individu untuk membangun model mental mereka yang akurat, dan menggambarkan beberapa model untuk membuat keputusan yang baik dalam hidup mereka.
Siapa lagi kalo bukan orang tua dan guru yang akan mengembangkan kecerdasannya. (defi)