AMT Bekal Menempa Mental

Kegiatan AMT

Kegiatan AMT Siswa SMP

 SMP Al Falah Deltasari untuk menghantarkan kesuksesan siswa-siswinya membuat program yang berkelanjutan. Pada awal masuk semester gasal, semua siswa kelas sembilan mengikuti kegiatan tes diagnostic sebagai data pemetaan potensi kemampuan siswa. Sehingga, sekolah dapat mengetahui potensi siswa untuk pembinaan selanjutnya. AMT (achievement motivation training) adalah sebagai kelanjutan program. Tepat pada Jumat-Sabtu, 29-30 Agustus 2014, sekolah kerja sama dengan Sherpa Camp mengadakan AMT yang bertempat di Villa Pondok Claket Indah Mojokerto dan diikuti oleh 172 siswa serta 18 guru pendamping.

Program ini merupakan skenario aktivitas outdoor game. Program dikemas sebagai media peningkatan motivasi berprestasi dan pengembangan aspek-aspek yang berkaitan dengan perilaku dan sikap mental positif dalam menghadapi tantangan. Dalam aktivitas ini masing-masing individu dan tim dituntut mampu menyelesaikan tantangan berbagai macam permainan secara maksimal dalam batas waktu yang tersedia.

Mereka seluruh siswa kelas sembilan datang ke sekolah lebih pagi dari biasanya. Mereka akan persiapan keberangkatan AMT keluar kota. Tepat pukul 07.00, apel pemberangkatan di hall langsung dibuka oleh Kepala Sekolah. Dalam sambutanya Ust. Drs. Lukman Chakim, M.M., selaku kepala sekolah menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah program berkesinambungan. Sebelumnya pihak sekolah sudah bertemu dengan orang tua dan sepakat untuk mengikuti program-program sekolah dalam menghantarkan sukses ujian nasional mendatang. Ada tiga hal yang harus kita siapkan untuk sukses ujian nasional di antaranya ; 1) kemampuan akademik 2) kesiapan mental percaya diri dan 3) kekuatan spiritual. “AMT diadakan tidak untuk main-main, tetapi untuk menyiapkan mental siswa” demikian ujar kepala sekolah.

Semua peserta kemudian menata barang-barang bawaan yang sudah ditandai nama dan kelas ke dalam truk TNI AL. Suasana riuh riang gembira terlihat dari senyum, canda, tawa, semangat saat menuju truk dan selama perjalanan menuju lokasi. Kebiasaan saling berbagi seperti berbagi tempat duduk, saling membantu membawa barang bawaan dengan teman perlu terus dilatih dan dipupuk.

Setiba di lokasi semua peserta berkumpul di lapangan untuk melakukan upacara serah terima dari pihak sekolah ke pihak Sherpa camp.Peserta pun dibagi dalam kelompok besar putra dan putri. Dalam setiap kelompok besar ada sepuluh regu gabungan dari berbagai kelas. Untuk kelompok putra mengikuti permainan di lapangan, sedangkan kelompok putri berada di atas bukit. Permainannya ada menaklukkan jembatan Birma, Flying fox,cargo net, trust fall, free balls, titian keseimbangan, tanki bocor dan banyak lagi permainan yang menuntut konsentrasi serta keberanian.

Acara malam harinya, peserta mengikuti materi motivasi di aula villa dengan merefleksi permainan dan menyiapkan sukses UN (ujian nasional) 2015. Permainan pun terus berlanjut hingga larut malam. Peserta dituntut memiliki keberanian menembus kegelapan malam menuju outdoor area. Mereka berkumpul dalam satu kelompok membentuk lingkaran, berdzikir, berdoa dan merumuskan target-terget yang ingin diraihnya dengan penerangan lilin.
Sebelum fajar subuh mereka sudah bangun untuk menunaikan qiyamul lail berdzikir, berdoa memohon ampunan dan kesuksesan di masa depan. Untuk melatih kemandirian, peserta menyiapkan sarapan pagi bersama kelompoknya masing-masing. Ada yang memasak ayam goreng, mei rebus, nasi goreng dan berbagai masakan kesukaan. (Indarto)