Belajar Demokrasi Melalui Pilpres ala SD Al Falah Surabaya

sudah-edit-pemilu-sd_tika-8

Belajar Demokrasi Melalui Pilpres

Sah? Sah!!! Begitulah suara lantang salah satu anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) ketika membuka dan membaca surat suara. Siswa SD Al Falah khususnya siswa kelas 6 sedang melaksanakan simulasi pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden SD Al Falah Surabaya. Proses kegiatan yang tampak abstrak di kelas, telah terejawantahkan menjadi sesuatu yang nyata dan jelas dengan kegiatan ini.

Pemilu yang menjadi ajang belajar di luar kelas merupakan bagian dari kegiatan tematik kepemimpinan. Kegiatan pemilihan suara bukanlah satu-satunya kegiatan yang telah dilakukan. Sebelumnya, mereka telah mencari calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres). Membentuk tim sukses sekaligus menentukan visi dan misi. Sedang siswa yang lain bertugas menjadi petugas KPU.

Mereka tidak menjadi petugas ketika pelaksanaan saja, namun juga menyiapkan segala pernak-perniknya. Tim sukses menjadwalkan kampanye dan masuk ke setiap kelas, menempelkan pamflet, menyebarkan pin sebagai bagian dari usaha mendapatkan suara. Begitu juga dengan capres dan cawapres, menyiapkan pidato saat kampanye dan belajar menjadi orator. Tim KPU juga tak kalah sibuknya, menyiapkan daftar pemilih, membuat dan menyebarkan undangan, membantu melipat kertas suara yang sudah dicetakkan oleh tim pengajar kelas 6.

Ketika hari pemilihan tiba, semua siswa kelas 6 bersiap di lapangan untuk melaksanakan kegiatan. Bilik suara ditata sedemikian rupa dengan kotak suaranya. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan siswa kelas 6, tetapi juga kelas 4, 5, ustadz-ustadzah, petugas kebersihan, petugas keamanan semuanya tumpah ruah dalam pembelajaran pesta demokrasi ini.

Sosialisasi tata cara memilih telah disampaikan oleh Ustadz Wildanum Akromudin selaku pengajar PKn, namun ternyata masih banyak pemilih, khususnya adik-adik kelas 4, yang belum mengetahui cara memilih yang benar. Akhirnya ustad-ustadzah pun turun tangan bergantian memberikan penjelasan.

Semua capres dan cawapres duduk di panggung mengamati setiap detik kegiatan. Dari kelas 6A terpilih Edrico Arya Utama dan Aliif Ghitbah Rayya. Dari kelas 6B terpilih Nanda Dewi Challista dan Alfahusna Wannajah. Sedangkan dari kelas 6C terpilih Henri Maulana Mustofa dan Ridha Yusuf Herdiaman.

Ustadzah Fauziah selaku Direktur Lembaga Pendidikan Al Falah memilih untuk pertama kali. Selayaknya pemilih yang sesungguhnya, beliau juga bersedia mencelupkan jari kelingking sebelah kiri sebagai tanda telah menggunakan hak pilihnya. Setelah itu bergantian para pemilih mendapatkan kesempatan yang sama. Satu-satunya yang membedakan antara pemilu yang sesungguhnya adalah setiap pemilih mendapatkan bonus berupa jajanan kecil sebagai tanda terima kasih dari panitia pemilu.

Dari hasil pemilu, akhirnya pasangan nomor 3 Henri Maulana Mustofa (Ofan) dan Ridha Yusuf Herdiarman (Ridha) mendapat suara terbanyak. Presiden dan Wakil Presiden Al Falah baru ini akan menjadi teladan bagi teman-teman dan adik-adik kelasnya. Kegiatan ini merupakan implementasi dari kurikulum 2013 yang memasukkan beberapa unsur mata pelajaran antara lain; Pkn, IPS, Bahasa Indonesia, Matematika, dan SBdP. Semoga kegiatan ini dapat memberikan pembelajaran bagi kita semua. Amin. (Tk)