Berbagi dengan Anak Yatim

Doa untuk YatimDoa untuk Yatim

Berbagi dengan Anak Yatim

Di antara kehidupan anak-anak yang ceria ketika bermain dengan orang tuanya, sesungguhnya ada kehidupan lain dari anak-anak dengan wajah sedih ketika menatap dunia betapa nikmat saat mereka dicium, digendong, dan dipeluk orang tuanya. Di antara bangunan yang sederhana di panti asuhan, mereka nyaris mengubur harapannya, karena, seakan hanya mimpi saja untuk memenuhi keinginan itu.

Ditinggal orang tua dalam kondisi yatim merupakan kenyataan pahit yang harus diterima oleh anak-anak yang masih belum dewasa. Seandainya saja ibu atau ayahnya sedang bercanda dan membuatnya tertawa, sungguh indah dunia ini, tapi, kepiluan yang menjadi jawabannya. Jumlah mereka setiap tahun terus bertambah. Mereka tidak hanya bermukim di desa-desa, tapi juga di kota-kota besar, di antara jepitan gedung-gedung bertingkat di kota metropolitan. Tak heran perhatian kepada mereka sangat dianjurkan oleh agama. Bahkan dalam QS Al-Mauun ditegaskan bahwa orang yang melupakan anak yatim termasuk dalam golongan pendusta agama.

Itulah sebabnya mengapa Nabi Saw. sangat mencintai mereka. Jika saja Nabi masih hidup, pasti Nabi dengan lapang dada akan mengasuhnya, mendidiknya hingga mereka dewasa kelak menjadi orang yang berguna. Nabi Saw. bahkan menjamin umatnya yang menyantuni dan memelihara mereka, kelak akan bersamanya di surga seperti dua jari yang saling berdekatan. (HR Bukhari)

Alhamdulillah, siswa kelas IX SMP Al Falah Deltasari mendapat kesempatan untuk bersilaturahmi mengunjungi anak-anak yang dikasihi nabi tersebut pada tanggal 14 April 2012 di Yayasan An-Nur, Desa Semambung, Gedangan. Karena jarak sekolah dengan panti tidak terlalu jauh, maka hanya butuh perjalanan beberapa menit untuk sampai di lokasi. Kedatangan siswa SMP dan para guru juga disambut ramah oleh pengurus.

Mereka memang selayaknya mendapatkan bantuan dan perlindungan dari yang mampu agar dapat hidup seperti anak-anak yang lain. Usia mereka belum memungkinkan untuk menghadapi sendiri seluk-beluk kehidupan ini dengan seimbang. Dalam kunjungan tersebut ada beberapa agenda acara yang telah dipersiapkan, di antaranya adalah pembacaan Alquran dan sambutan dari sekolah serta perwakilan dari panti.

“Tujuan kedatangan kita ke sini adalah untuk menjalin silaturhami sekaligus mohon doa dari anak-anak yatim agar apa yang kita harapkan bersama dikabulkan oleh Allah,” ujar seorang guru saat memberi sambutan.

Di penghujung acara, perwakilan dari sekolah, menyerahkan bingkisan berupa uang tunai kepada pengurus untuk digunakan bagi kegiatan dan kebutuhan yang bermanfaat bagi panti. Para siswa juga memohon doa agar diberi kemudahan dalam menerjakan soal Unas dan mendapat nilai memuaskan.

Kepulangan para siswa dihantar dengan jabatan tangan hangat anak-anak yatim sebagai rasa terima kasih yang tak terhingga. Semoga amalan seperti ini menjadi tradisi yang terus mengakar di lingkungan sekolah Al Falah.

Jika surga saja dapat diraih dengan berkah yatim, untuk menggapai kesuksesan Unas pun juga pasti bisa, bahkan jauh lebih mudah. Tentu saja, semua harus dibarengi dengan ikhtiar (belajar sungguh-sungguh) serta rasa optimis meraih nilai yang memuaskan. Semoga. (Abdillah)