Kegiatan membatik dan festival dolanan anak

Membatik TK Bertepatan dengan tanggal 2 oktober sebagai hari Batik Nasional yang telah dinobatkan oleh UNESCO, bahwa batik sebagai salah satu warisan kemanusiaan untuk budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Kini batik bukan hanya dikenakan oleh orang Jawa,namun telah dikenakan oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia.Kain batik dianggap sebagai pakaian semi resmi yang cocok dikenakan dalam acara apapun.
Jika kita meninjau kembali sejarah tentang batik,sejak abad ke -17masehi ,corak batik dilukis pada daun lontar dan papan rumah adat Jawa.Gambar-gambarnya didominasi oleh gambar tanaman dan hewan.para pengrajinnyapun masih terbatas tidak seperti sekarang ini.
Dari sinilah tergagas mengenalkan anak pola membatik yang nantinya juga digunakan dalam kegiatan dolanan anak.
Kita tahu bahwa kini orang tua lebih memilih memperkenalkan mainan yang ada di HP/gadget sebagai permainan untuk putra-putrinya di rumah.Hilangnya permainan Bekelan,,Dakonan, Petak Umpet, perang-perangan yang merupakan permainan pada masa kecil yang mempunyai nilai Edukatif yang tinggi sudah jarang dilakukan anak.
Bekelan misalnya ini merupakan permainan yang sering dilakukan oleh anak perempuan yang mempunyai nilai edukatif yaitu pola hitung,saling bergantian,sabar,serta nilai kejujuran.
Sama halnya dengan Dakonan permainan ini juga merupakan permainan anak perempuan,nilai edukatifnya pun juga sama hanya saja alat bermainnya yang berbeda,mereka menggunakan biji-bijian buah yang dikumpulkan dan lubang hitung yang harus mereka isi secara bergantian.
Permainan Petak Umpat dan Perang-perangan merupakan permainan yang disukai anak laki-laki dikarenakan permainan ini membutuhkan ketangkasan berlari.Nilai edukatif dalam permainan ini:anak dapat melakukan secara bergiliran,mengenal pola hitung,mengenal nilai sosial yaitu berkelompok dengan temannya.
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 oktober 2017 oleh seluruh siswa siswi KB TK Al Falah surabaya dalam rangka Hari Batik Nasional dan memperkenalkan ragam dolanan Anak .
Pada awal kegiatan, siswa diajak untuk mengenal pola batik dengan membuat sendiri pola pada kain yang telah disediakan.kreativitas ustadzah untuk mengarahkan siswa membuat pola, sangat menarik perhatian siswa.dengan menggunakan tampah dan kelereng serta menggerak-gerakkan kelereng kekanan dan kiri membuat siswa sangat antusias dalam kegiatan. Memilih sendiri warna yang disukai juga bembuat siswa lebih berkreasi dalam membuat pola.
Setelah pola kering siswa mengenakan sendiri kain batik yang dibuat bandana ataupun diikatkan pada kepala.Kemudian siswa menuju panggung yang telah disediakan untuk melihat serta mempraktekkan sendiri ragam dolanan yang telah dijelaskan diatas.
Keunikan lainnya adalah pada akhir acara siswa diajak makan makanan alami seperti jajanan pasar yaitu lupis,gethuk,srawut yang tujuannya adalah anak mau mencoba makanan selain fastfood yang mereka kenal, dan alhamdulillah siswa menikmati rasa yang mungkin sebelumnya tidak mereka kenal.
Kegiatan ini pun diliput oleh media,yang mana kegiatan perang-perangan mencuri perhatian wartawan dikarenakan permainan ini menggunakan pelepah pisang sebagai alat permainan(tembak).
Alhamdulillah seluruh kegiatan telah berjalan dengan lancar,dengan harapan akan ada terus kegiatan yang menarik dan menggali inovasi siswa dan ustadzah.Aamiin
(asih dwiyanti Rahayu)