Membangun Budaya Literasi di SD Al Falah Surabaya melalui Pelatihan Duta Literasi

1Perpustakaan SD Al Falah berusaha mewujudkan peran sebagai jantung sekolah. Perpustakaan memiliki peran yang signifikan untuk meningkatkan budaya literasi. Budaya literasi dimaksudkan agar para siswa SD Al Falah terbiasa berpikir kritis yang terlebih dahulu dilakukan proses membaca maupun menulis, hingga pada akhirnya proses tersebut dapat menghasilkan sebuah karya. Kegiatan peningkatan budaya literasi di lingkungan pendidikan SD Al Falah Surabaya diperlukan sebagai salah satu upaya sinkronisasi program Kota Surabaya yang mendeklarasikan sebagai Kota Literasi. Untuk mendukung program tersebut perlu dibentuk duta literasi. Duta literasi SD Al Falah Surabaya adalah perwakilan dari anak-anak yang terpilih karena kemampuan literasi. Dengan adanya duta literasi diharapkan dapat menularkan semangat budaya literasi pada siswa SD Al Falah Surabaya yang lain.
Untuk bisa menjadi duta literasi SD Al Falah Surabaya ada beberapa ketentuan dan tahapan seleksi yang harus diikuti. Ketentuan dan tahapan seleksi untuk menjadi duta literasi antara lain calon duta literasi adalah siswa-siswi kelas 3 -5, siswa – siswi tersebut diharuskan mengumpulkan minimal satu karya tulis dan memiliki intensitas dan frekuensi membaca serta meminjam buku di perpustakaan SD Al Falah cukup tinggi. Jumlah siswa-siswi SD Al Falah Surabaya yang terpilih menjadi duta literasi pada tahun ajaran 2017-2018 semester 1 sebanyak 34 anak. Siswa-siswi yang telah terpilih menjadi duta literasi ini diwajibkan mengikuti pelatihan duta literasi.
Pelatihan duta literasi pada tahun ini diadakan pada hari Sabtu, tanggal 9 September 2017 di perpustakaan SD Al Falah Surabaya. Acara dibuka dengan sambutan dan pemberian selamat atas terpilihnya 34 anak yang menjadi duta literasi dari Ustadzah Maryam selaku Waka Kesiswaan SD Al Falah Surabaya. Selanjutnya materi disampaikan oleh Ustadzah Astri mengenai konsep duta literasi, hak dan kewajiban sebagai duta literasi SD Al Falah Surabaya. Diharapkan dengan pemberian materi ini, duta literasi SD Al Falah Surabaya lebih sadar akan perannya untuk menularkan kecintaan membaca dan menulis pada teman – teman yang lain.
Duta literasi diharapkan tidak hanya terampil pada bidang menulis saja namun juga pada bidang public speaking dan kemampuan berkomunikasi yang baik pada teman maupun guru. Untuk itu dalam pelatihan duta literasi kali ini juga turut mengundang Kak Anin seorang penulis cilik yang bersekolah di SMP Al Falah Assalam kelas 3. Kak Anin memberikan motivasi bagaimana menjadi seorang penulis cilik dan berani untuk tampil di depan umum. Hasil evaluasi dari materi tersebut adalah praktek langsung maju di depan teman – teman menceritakan berbagai kisah yang menarik. Salah satu murid yang paling antusias untuk bercerita adalah murid kelas 5 bernama Ali Yusuf Martak. Tidak hanya berani tampil bercerita di depan, Ali mampu membuat teman – temannya antusias mendengarkan dan tertawa mendengar kisahnya tentang seekor kambing.
Setelah itu, siswa – siswi dibagikan snack dan diperbolehkan untuk istirahat. Acara selanjutnya masih evaluasi materi dengan praktek menulis pada selembar kertas hvs dengan diberi waktu kurang lebih 30 menit. Hasil karangan tersebut dievaluasi oleh panitia dengan dibantu oleh Kak Anin.
Praktek menulis selesai dilanjutkan dengan pemberian materi yang disampaikan oleh Ustadzah Widi. Materi yang disampaikan seputar konsep perpustakaan dan klasifikasi / pengelompokan koleksi buku sesuai subjek. Perpustakaan SD Al Falah Surabaya sudah menggunakan sistem klasifikasi DDC (Dewey Decimal Classification). Duta literasi perlu mengetahui seputar sistem klasifikasi yang digunakan di perpustakaan SD Al Falah Surabaya untuk memudahkan ketika melaksanakan piket harian. Piket harian yang dilaksanakan duta literasi antara lain adalah membantu ustadzah untuk melayani peminjaman & pengembalian buku, menata buku ke dalam rak, mengajak teman- teman untuk sering membaca dan meminjam buku di perpustakaan, mengingatkan teman – temannya untuk tertib selama di perpustakaan, membuat karya tulis, mengingatkan teman – temannya untuk menjaga dan menyayangi buku perpustakaan.
Di akhir acara diadakan game perburuan buku. Tujuan dari game ini adalah selain melatih kerja sama juga untuk mengevaluasi pemahaman duta literasi terhadap materi sistem klasifikasi perpustakaan yang telah disampaikan oleh Ustadzah Widi. Game ini dilakukan secara berkelompok. Per kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Setiap kelompok diberi kertas yang berisikan nama – nama judul buku beserta nomor klasifikasi dan nomor buku yang harus dicari. Game perburuan buku ini harus diselesaikan dalam waktu kurang lebih 5 menit. Setelah itu kelompok tersebut harus mengumpulkan kertas dan buku yang berhasil didapatkan kepada Ustadzah Astri dan Ustadzah Widi. Penilaian game perburuan buku ini adalah menghitung jumlah buku yang berhasil didapatkan. Penilaian selesai dilanjutkan dengan pengumuman pemenang. Akhir dari acara adalah penutupan dan doa untuk duta literasi agar dapat mengemban tugas dengan sebaik – baiknya (Astri).