Mengawali Belajar Dengan Berwudhu

wudhu, mendidik jiwa, menyegarkan pikiran
Pagi itu cukup cerah. Tampak segerombolan siswa menuju tempat wudhu dengan hati riang. Bagai pasukan Badar yang sedang mempersiapkan barisan. Satu persatu siswa itu memutar kran dan keluarlah air yang siap digunakan untuk berwudhu. Tampak keseriusan mereka dengan membasuh muka, tangan, sebagian kepala dan mengucuri kaki mereka dengan air suci yang mensucikan.
Begitulah keseharian siswa SMP Al-Falah Deltasari saat akan memulai pembelajaran. Setiba di sekolah pukul 07.00 WIB mereka harus mengambil air wudhu dan dilanjutkan dengan melaksanakan shalat dhuha.
Secara bahasa, wudhu berasal dari kata Al-Wadha’ah, yang mempunyai arti kebersihan dan kecerahan. Berwudhu umumnya dilakukan saat akan melaksanakan shalat. Namun, seringkali aktivitas membasuh anggota tubuh ini (wudhu) terkesan digampangkan. Padahal efek dari berwudhu itu sendiri sungguh luar biasa, baik bagi mental, pikiran maupun jasmani. Berbagai Penelitian medis mengungkap tentang keajaiban wudhu dari berbagai sisi. Hasilnya pun membuat mata dunia terbelalak. Sedangkan praktik wudhu telah dilakukan Rasulullah Saw 14 abad silam.
Berwudhu dapat dilakukan kapan saja tidak hanya saat menjelang shalat. Saat memulai bekerja dan belajar pun wudhu memberi pengaruh positif. Fisik jadi bugar dan pikiran akan fresh. Hal itu diakui oleh Fauzan, siswa kelas 8.1. “Wudhu membuat belajar makin fresh dan bersemangat,” ungkapnya.
Bukan hanya itu, dalam hadis disebutkan,”Bila seorang Muslim atau Mukmin berwudhu kemudian mencuci wajahnya, maka akan (terhapus) dari wajahnya setiap dosa pandangan yang dilakukan kedua matanya, hanyut bersama air wudhu atau bersama akhir tetesan air wudhu. Bila ia mencuci kedua tangannya, maka akan (terhapus) setiap dosa yang dilakukan kedua tangannya hanyut bersama air wudhu atau bersama akhir tetesan air wudhu. Bila ia mencuci kedua kakinya, maka akan (terhapus) setiap dosa yang disebabkan langkah kedua kakinya, hanyut bersama air wudhu atau bersama akhir tetesan air wudhu, hingga ketika selesai dari wudhunya, ia dalam keadaan suci dan bersih dari dosa-dosa.” (HR. Muslim). Demikian besarnya hikmah maupun manfaatnya, apakah kita masih merasa berat untuk berwudhu saat memulai aktivitas? (abdillah).