Menuju Olimpiade Internasional

Peserta Juara dalam Olimpiade Matematika

Peserta Juara

Kegiatan olimpiade matematika merupakan salah satu sarana peningkatan mutu pendidikan sekaligus untuk mencari bibit-bibit siswa berprestasi dalam bidang matematika sebagai calon peserta pada olimpiade tingkat internasional. Lembaga Pendidikan Al Falah (LPF) setelah dua kali sukses mengadakan workshop olimpiade matematika, semakin termotivasi untuk terus mengembangkan olimpiade matematika di Jawa Timur, khususnya tingkat SMP/MTs.

Sebagai bentuk komitmen LPF, pada Ahad, 19 Februari 2012 bertempat di SMP Al Falah Deltasari Sidoarjo, LPF menyelenggarakan Kompetisi Matematika Nalaria Realistik untuk siswa SMP/MTs se-Jawa Timur. Dalam kompetisi ini disediakan total hadiah Rp 12.500.000,00. Dengan 3 peraih medali emas, masing-masing mendapat Rp 1.000.000,00; 6 peraih medali perak, masing-masing mendapat Rp 750.000,00; dan 9 peraih medali perunggu, masing-masing mendapat Rp 500.000,00. Bagi sekolah yang menjadi juara umum disediakan piala bergilir.

Objektivitas dalam kompetisi ini sangat dijunjung tinggi, karena itu pada kompetisi itu LPF bekerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM), sebuah lembaga profesional yang melaksanakan sistem metode seikhlasnya dalam bidang pendidikan dan bisnis. KPM yang diasuh oleh Ir. Ridwan Hasan Saputra, M.Si. sudah dikenal secara luas di dunia MIPA baik tingkat nasional maupun internasional.

Wadah kompetisi di bidang matematika ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi bagi para guru dan siswa agar senantiasa mengembangkan diri, menumbuhkan suasana kompetitif yang sehat, terjalin persahabatan antarsekolah, melahirkan bibit-bibit unggul dalam bidang matematika, dan kelak mampu mengangkat martabat bangsa di tingkat internasional.

Semua peserta yang berpartisipasi dalam kompetisi ini jumlahnya lebih dari 165 siswa, berasal dari sekolah negeri dan swasta di Jawa Timur. Peserta kompetisi ini tidak dipungut biaya dengan besaran tertentu, tetapi semua peserta diberi kesempatan untuk memberikan biaya seikhlasnya. Meski demikian, ketiadaan pungutan wajib itu tidak mengurangi profesionalitas panitia dalam memberikan layanan kepada para peserta. Sehingga, semua kegiatan tetap akan berjalan dengan standar yang ditetapkan panitia.

Bersamaan dengan itu, selain kompetisi matematika, LPF juga memberikan pencerahan dan motivasi bagi guru-guru matematika. Kegiatan dikemas dalam bentuk seminar Strategi Menuju International Mathematics Contest, dengan peserta lebih dari 70 orang guru matematika dari daerah-daerah di Jawa Timur.

Ada hal menarik yang disampaikan oleh Ir. Ridwan Hasan Sahputra berkait dengan manajemen seikhlasnya. “Semakin ikhlas mengerjakan sesuatu, maka akan semakin banyak berkurban untuk melakukan yang terbaik,” ujarnya. “Bagaimana mungkin Bapak dan Ibu guru akan melahirkan siswa berprestasi dan juara bila pengorbanan yang dikeluarkan hanya sedikit?” tanyanya retoris. Sehingga untuk ikhlas harus latihan berkurban dengan memberikan sesuatu yang besar dan bermakna bagi anak didik. (Indarto)