Menyimak Talents Mapping

Wahyuningsih
“Mengambil pelajaran tidak harus dengan pengetahuan tetapi juga bisa melalui pengalaman menarik”

Inilah sekelumit pernyataan Abah Rama Royani dalam buku beliau yang berjudul “Talent Mapping” inspirasi untuk hidup lebih asyik dan bermakna. Dalam seminarnya di gedung wanita Surabaya tanggal 29 Maret 2017 lalu beliau mempertanyakan apa arti sukses dan bagaimana menemukan jalan menuju sukses? Sukses adalah seberapa besar kita bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sedangkan jalan menuju sukses adalah dengan doa, karena setiap manusia mempunyai tugas dan tugas manusia itu unik. Untuk itu Allah memberikan perangkat yang unik kepada setiap manusia diantaranya; Keistimewaan fisik / panca indera dan sifat yang bisa dimanfaatkan untuk produktivitas. Keistimewaan fisik menghasilkan potensi menyanyi, memasak, bercocok tanam, melukis, olahraga, memelihara binatang dan lain sebagainya, sedangkan sifat menghasilkan potensi berjualan, bernegosiasi, mengelola, memotivasi, mengajar, merancang, menganalisis, memonitor dan sebagainya, sesuai dengan firman Allah dalam surat Al Israa’ 70,“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”
Talents Mapping adalah peta diri yang menunjukkan apa-apa yang secara alamiah kita sukai dan tidak kita sukai. Beliau membaginya dengan “4E” yaitu Enjoy ( atas apa-apa yang dilakukan). Easy (karena enjoy maka apapun yang dilakukan menjadi mudah). Expert (buah dari melakukan apa-apa yang dia suka dengan mudah). Earn (imbalan akan datang dengan sendirinya kepada mereka yang sudah melawati Enjoy, Easy dan Expert). Talents Mapping merupakan metode untuk mengetahui peta bakat seseorang. Abah Rama mengartikan bakat adalah sifat (personality) yang produktif. Dikatakan produktif bilamana sifat ini dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk menghasilkan sesuatu dan merupakan kekuatan seseorang sehingga ia produktif dan asyik dengan apa yang ia kerjakan.

Hubungan antara bakat dan kekuatan adalah hubungan timbal balik dan saling membutuhkan. Dalam Talents Mapping semua bakat berpontensi menjadi kekuatan, tinggal bagaimana menyalurkannya. Sebab itu Talens Mapping menerapkan prinsip AKU yaitu andalkan kekuatan menjadi utama dan akui keterbatasan juga utama. Dengan meyakini prinsip ini diharapkan tetap bersemangat dalam hidup dan menunjukkan potensi diri serta bersyukur kepada Allah SWT.

Menurut Talents Mapping, ada 34 tema bakat yang merupakan karakter kinerja meliputi, ACHIEVER (memiliki stamina yang tinggi dan selalu bekerja keras), ACTIVATOR (tidak sabar bertindak, melompat sebelum bertindak), ADAPTABILITY (mudah menyesuaikan diri), ANALYTICAL (percaya dan hanya menyukai data maupun angka untuk diuraikan), ARRANGER (suka menata dan menata kembali), BELIEF (suka melayani dan mendahulukan orang lain), COMMAND (berani berkonfrontasi dan ingin menjadi pengendali), COMMUNICATION (suka menyampaikan pikirannya dengan cara yang mudah dipahami orang), COMPETITION (senang membandingkan kinerja dirinya dengan orang lain), CONNECTEDNESS (kesalingketerkaitan, yakin bahwa semua yang ada di dunia ini ada sebabnya), CONSISTENCY (adil, sesuai dengan aturan), CONTEXT (senang dengan sejarah atau masa), DELIBERATIVE (teliti, waspada, hati-hati melihat sebelum melompat), DEVELOPER (senang melihat kemajuan orang lain dan senang memajukan orang lain), DISCIPLINE (pikirannya teratur, runtut), EMPATHY (bisa merasakan perasaan orang lain baik sedih maupun senang), FOCUS (butuh sasaran sebelum bekerja dan tidak suka diganggu ketika bekerja), FUTURISTIC (senang membayangkan apa yang mungkin terjadi di masa mendatang), HARMONY (tidak suka adanya konflik), IDEATION (memiliki banyak ide-ide baru), INCLUDER (senang berkumpul, guyub), INDIVIDUALIZATION (mampu melihat karakter kinerja orang per orang), INPUT (suka mengumpulkan berbagai info atau barang), INTELECTION (suka dengan olah pikir), LEANER (senang mempelajari hal-hal baru), MAXIMIZER (perfeksionis dalam hal hasil), POSITIVITY (pandai membawa suasana riang bagi teman-temannya), RELATOR (senang bersahabat), RESPONSIBILITY (kalau sudah janji pasti ditunaikan), RESTORATIVE (senang mengotak atik memperbaiki ke fungsi semula), SELF ASSURANCE (memiliki indra ke enam), SIGNIFICANCE (senang tampil dan diperhatikan orang), STRATEGIC (pandai memilih jalan terbaik menuru tujuan), WOO (selalu menyapa orang walaupun belum dikenalnya).

Wahyuningsih, S.Pd, MPsi