Akselerasi Kebaikan Melalui Ramadan

artikel

Bulan Ramadan dikenal sebagai bulan penuh berkah, pintu maaf terbuka. Diwajibkan umat muslim di seluruh dunia untuk menunaikan ibadah puasa yang memiliki banyak keutamaan. Bahkan ada sebuah ungkapan ‘Seseorang yang berpuasa dan mereka hanya tidur seharian maka dosanya pun juga terampuni’. Begitu utamanya puasa di bulan Ramadan.

Ramadan memiliki banyak sejuta kisah yang terukir dalam sejarah di berbagai dimensi peradaban umat manusia terutama umat muslim. Perang Badar, Perang Kahndaq, Penaklukan Konstantinopel, Perang Ain Jalut, Perang Tabuk, Ekspedidi Yaman, Pembebasan Spanyol, Pembebasan Palestina, terjadi di bulan Ramadan. Para prajurit bertempur dalam keadaan puasa Ramadan.

Terfenomenal kisah perang Badar di zaman nabi Muhammad Saw. Perang ini terjadi pada 17 Ramadan 2H (13 Maret 624). Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy, yang kemudian mundur dalam kekacauan. Sejarah ini bukanlah sejarah biasa, momen dalam peristiwa ini dapat diambil untuk pembelajaran kita sebagai umat muslim.

Sejarah Indonesia juga erat kaitannya dengan Ramadan. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dilakukan 17 Agustus 1945 bertepatan dengan 9 Ramadan 1364 H. Pembacaan proklamasi dan upacara dilaksanakan dengan sederhana dan penuh khidmat dalam suasana Ramadan, peristiwa itu menandakan telah berdirinya sebuah bangsa dan negara Indonesia. Penetapan tanggal 17 Agustus di hari Jumat pada masa itu juga dengan pertimbangan bahwa dipilihnya 17 karena Alquran diturunkan  hari ke-17 di bulan Ramadan dan orang muslim melakukan salat dalam satu hari 17 rakaat.

Dari peristiwa bersejarah ini kita dapat menyimpulkan bahwa hal baik pasti diberkahi dan diridai oleh Allah Swt ditambah lagi pada bulan Ramadan yang penuh berkah. Jika tidur saja menghapus dosa apalagi jika kita sedang berjuang untuk melakukan kebaikan termasuk belajar. Pada bulan Ramadan ini para peserta didik di Lembaga Pendidikan Al Falah Surabaya baik jenjang SD maupun SMP juga melakukan sebuah perjuangan yaitu masuk sekolah untuk melakukan Penilaian Akhir Semester (PAS), disusul lagi melakukan bakti sosial dan pondok Ramadan serta Mabit. Kegiatan padat ini dapat dilihat sebagai sebuah perjuangan yang mulia di bulan Ramadan dan semoga peserta didik diberi keberkahan.

Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah lebih baik dibanding 11 bulan lainnya. Mari diisi dengan kebaikan yang mampu mengukir prestasi ataupun sejarah kehidupan diri kita sendiri. Apa yang telah kita lakukan di bulan Ramadan dapat menjadikan kita menjadi individu yang berkembang dengan cepat dan mengubah hidup kita. Dari hal kecil di Ramadan semoga mampu menjadi akselerasi kebaikan untuk 11 bulan ke depan. (Arnita)