Positif Thinking for Students

Abdillah F Hasan Abdillah F Hasan

Oleh : Abdillah F Hasan (Pendidik di SMP Al-Falah)

Dalam hidup ini banyak ditemukan kisah dari orang-orang hebat yang ‘tidak diduga,’ namun mampu mengubah keadaannya tiga ratus enam puluh derajat. Dari level bawah, merangkak, berjalan, dan mendaki hingga meraih puncak. Syekh Amar Bugis, sejak lahir dalam keadaan cacat. Tidak ada anggota tubuh yang bisa digerakkan kecuali mulut dan mata. Namun ketika menginjak 13 tahun sudah hafal Quran 30 Juz.

Konsep Penyiapan Generasi Masa Depan

Ust. Juwito Ashari, M.A. Ust. Juwito Ashari, M.A.

Oleh : Juwito Ashari, M.A. (Guru SD Al Falah Surabaya)

Dalam menghadapi tahun pelajaran baru banyak yang harus dipersiapkan. Kesiapan finansial untuk mencukupi kebutuhan perlengkapan sekolah, kesiapan psikologi anak untuk menghadapi tantangan baru di kelas baru dan kesiapan program pendidikan yang mampu mengantarkan anak-anak untuk menjadi generasi saleh-salehah. Semua kesiapan tersebut saling berkaitan.

Keterpaduan dan Keterbukaan Antara Sekolah dan Orang Tua

Keterpaduan dan Keterbukaan Orang Tua dan Guru Keterpaduan dan Keterbukaan

Oleh : Kartika Nawangsasi, S.S. (Guru SD Al Falah Surabaya)

Baru-baru ini, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan bahwa bahasa Inggris di sekolah dasar akan dihapus, mata pelajaran ini ditiadakan untuk siswa SD karena untuk memberi waktu kepada para siswa dalam memperkuat kemampuan bahasa Indonesia sebelum mempelajari bahasa asing. Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial melebur menjadi Ilmu Pengetahuan Umum.

Menumbuhkan Motivasi Berprestasi

Ust. Drs. Sodikin, M.Pd. Ust. Drs. Sodikin, M.Pd.

Oleh : Drs. Sodikin, M.Pd.
(Direktur Lembaga Pendidikan Al Falah)

Salah satu wali murid menyampaikan kegembiraannya kepada saya ketika melihat putranya ada peningkatan prestasi di kelas 8 SMP, sebelumnya putra ibu ini prestasinya biasa saja, namun setelah mengikuti salah satu ekstrakurikuler ada perubahan drastis pada anak ke duanya tersebut.

Motivasi Baru bagi Guru

Drs. Jidi, M.Si.Drs. Jidi, M.Si.

Motivasi Baru bagi Guru

Oleh : Drs. Jidi, M.Si.

(Sekdir dan Humas Lembaga Pendidikan Al Falah)

Kita yang punya perhatian terhadap pendidikan harus terkejut berkali-kali. Penyebabnya bisa tawuran pelajar yang kian marak, makin santernya berita keterlibatan anak usia sekolah dalam tindak kejahatan, pencemaran buku pelajaran oleh pornografi, hingga tindak kekerasan terhadap pelajar yang tak jarang menelan korban. Kini ada lagi penyebab keterkejutan yang tak kalah menghentak, yaitu sebuah data yang menunjukkan bahwa status guru yang terlanjur dicetak tebal dalam sertifikat sebagai pendidik profesional, ternyata hasil uji kompetensi (UKG)-nya masih jauh dari syarat minimal kelulusan, sebesar 70.

Di Jawa Timur misalnya, nilai rata-rata UKG TK 46,53, SD 43,83, SMP 54,21, SMA 54,14, sementara untuk nasional hanya 44,5 (Jawa Pos, 14 Agustus 2012). Terlepas apakah soal-soal UKG benar-benar relevan dan valid dalam mengukur kompetensi guru yang sebenarnya serta akomodatif terhadap berbagai disparitas kondisi yang ada secara nasional. Yang jelas, data hasil sementara UKG itu cukup menggoda untuk menstigmasi bahwa sebagian besar guru yang telah menerima tunjangan profesional pendidik (TPP) dari negara ternyata belum memenuhi syarat profesionalnya.

Tontonan Menjadi Tuntunan, Tuntunan Menjadi Tuntutan

Tontonan yang menjadi TuntunanTontonan yang menjadi Tuntutan

Tontonan Menjadi Tuntunan, Tuntunan Menjadi Tuntutan

“Adik, sholat dulu sayang. Sudah waktunya nih. Apakah tadi ada tugas dari sekolah? Coba bunda lihat”.
“Mas, tumben ndak jalan-jalan? Biasanya kalau Minggu pagi, mas ngajak Adik jalan-jalan?”Terdengar jawaban, “Bentar, Bun lagi asyik. Bentar, Bun tanggung nih. Bentar, Bun acara TV-nya lagi ok. Bentar, Bun.., Bentar Bun….”

Mungkin ini jawaban yang akan kita dengar dari buah hati kita, baik yang masih anak-anak maupun yang sudah remaja. Mereka asyik dengan tontonan yang saat itu ada di depan mata, dan telah membius hati, dan menyetir fikirannya, kaki dan tangannya sehingga tidak segera melaksanakan aktivitas yang biasa dan harus mereka lakukan.

Hadirnya acara televisi yang spektakuler dan peralatan telekomunikasi yang canggih, justru membawa perubahan pada diri anak, dan remaja. Tontonan yang gratis sampai yang membayar jutaan akan menjadikan rangsangan dan pengikat hati. Tontonan yang baik dan kurang baik pada akhirnya akan mentadi tuntunan pada orang yang melihatnya dan tanpa disadari akhirnya menjadi tuntutan yang harus dipenuhi. Lalu tontonan yang bagaimana yang harus kita tonton? Tontonan bagaimana yang harus kita jadikan tuntunan? Tuntunan bagaimana yang harus kita jadikan tuntutan agar terselamatkan dunia dan akhirat?


1 2 3 7 8

Pengunjung

665155

Ihwal Alfalahsby

Lembaga Pendidikan Yayasan Masjid Al Falah Surabaya bertujuan mendidik murid agar menjadi Pribadi yang Berahlak Mulia dan Berprestasi

Media Sosial


@ 2016 Lembaga Pendidikan Yayasan Masjid Al Falah Surabaya