Petik Madu, Wahana Entrepreneurship

smpd2Siapa yang tidak tahu khasiat madu? Dalam Al Quran disebutkan bahwa madu memiliki khasiat sebagai obat yang menyembuhkan bagi manusia (Q.S. An Nahl, 68-69). Ditegaskan pula oleh Rasulullah Saw, “Hendaklah kalian menggunakan dua obat yaitu madu dan Al Quran.” Setiap muslim meyakini akan manfaat dan khasiat madu yang luar biasa untuk penyembuhan suatu penyakit. Bahkan orang berani merogoh kocek sampai jutaan rupiah untuk sebotol madu.

Tak salah bila perburuan di Petik Madu menjadi destinasi field trip 2019 kelas VII SMP Al Falah Deltasari. Apa pasal? Pembelajaran di Petik Madu sarat  entrepeneurship. Budidaya lebah sampai dengan panen madu. Varian produk yang dihasilkan serta kelas-kelas mikrobiologi yang tersedia di wahana ini menginspirasi untuk menciptakan ide-ide kreatif lainnya.

Dalam pelaksanaan wisata  ada dua wahana edukasi yang dikunjungi. Yang pertama di Petik Madu Lawang. Lokasi objek wisatanya strategis  karena  tepat berada di pinggir jalan besar. Wisata  kedua di Museum Angkut Malang. Selain rekreasi, siswa juga mendapatkan informasi edukatif terkait transportasi mulai dari sepeda ontel sampai dengan mobil  modern dengan menggunakan listrik, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Dengan menggunakan transportasi 3 bus, rombongan  siswa kelas VII yang berjumlah 144   siswa didampingi oleh 16 guru. Studi wisata dilaksanakan dihari ketiga pelaksanaan UNBK kelas IX. Upacara pemberangkatan dipimpin langsung oleh kepala sekolah. Kegiatan diawali dengan doa untuk memperlancar kegiatan Field Trip. Perjalanan ditempuh selama dua jam tiga puluh menit.

Sesampai di Petik Madu, ada dua kelas yang diikuti, yaitu kelas lebah untuk semua siswa.  Berikutnya, kelas mikrobiologi. Pada kelas mikrobiogi siswa dibagi menjadi 3 kelompok besar yang terdiri dari kelas yogurt, budidaya jamur dan nata de honey (honey kombucha).

Siswa mengikuti pembelajaran dan menggali informasi terkait ekosistem lebah, budidaya lebah, teknis beternak sampai dengan panen madu.  Begitu pula kelas mikrobiologi. Siswa praktik membuat yogurt dan nata de honey. Di kelas budidaya jamur, siswa mendapat pelatihan cara membuat media sampai panen jamur.  Banyak pertanyaan kritis muncul, sehingga proses pembelajaran menjadi hidup. Hal ini disebabkan pembelajaran dengan objek langsung, mempermudah siswa untuk memahami materi yang diajarkan dan merangsang keingintahuan siswa terhadap materi ajar. Pembelajaran dengan objek riil memberikan pengalaman nyata yang tidak mudah dilupakan oleh siswa. Hal ini sesuai dengan  teori Dale’s Cone Experience (Kerucut Pengalaman Edgar Dale). Edgar Dale seorang pakar bidang pendidikan.

Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Melalui kegiatan rekreatif dan edukatif, siswa dibekali dengan jiwa dan semangat entrepreneurship (kewirausahaan) sebagai modal masa depan. (Wanti)