Pilkada di SD Al Falah

Pilkada ala Al Falah

Pilkada ala Al Falah

Istilah pilkada tentu tidak asing di telinga kita. Pilkada yang merupakan kependekan dari Pemilihan Kepala Daerah merupakan salah satu bentuk contoh aspirasi rakyat. Pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), kegiatan ini mendapat pembahasan yang cukup panjang.

Siang itu di kantin SD Al Falah tampak sorak-sorai siswa-siswi. Mereka di sana sudah siap melaksanakan pilkada. Mereka sibuk dengan berbagai macam atribut pilkada. Semua tampak sama persis dengan pilkada yang sesungguhnya, mulai dari orasi sampai pencontrengan. Menurut Ustadz Tohir selaku guru PKn yang menjadi penggagas acara tersebut berkomentar “Acara ini bertujuan untuk menginformasikan pada siswa agar mereka paham dengan proses pilkada.”

Siswa-siswi yang terlibat pada acara ini mulai dari kelas 5 sampai dengan kelas 6. Mereka mengikuti acara ini dengan antusias. Acara pilkada kecil-kecilan ini mempunyai enam kandidat calon terpilih plus dengan visi misi.

Pasangan-pasangan kandidat itu sebagai berikut.
FANI (Farraniza dan Aulia) visi dan misi: “Membangun SD Al Falah yang lebih maju dari sebelumnya, menjadikan generasi Al Falah yang lebih berprestasi.”

FARMA (Farihah dan Marsha), visi dan misi: “Menjadikan SD Al Falah berwibawa dan dibanggakan.”

USYIF (Uswah Dan Syifa), visi dan misi: “Membangun ukhuwah Islamiyah yang kuat, menjadikan insan yang mulia, berprestasi, dan berpedoman pada Al Qur’an dan hadist.”

ZAYA (Zaka dan Yana), visi dan misi : “Menjadikan Al Falah menjadi lebih baik dari yang sebelumnya, Adem, Ayem , Tentrem.”

ISMAL (Isal dan Aqmal), visi dan misi : “Memberikan bukti bukan janji.”

ARZA (Arel dan Reza), visi dan misi : Membangun kesejahteraan Al Falah lebih hebat dari sebelumnya.”

Dalam Pilkada tersebut pasangan FARMA (Farihah dan Marsha) mendapatkan suara terbanyak. Dengan demikian mereka disahkan sebagai pemenang pilkada tersebut. Salah satu siswa di antara siswa-siswi kelas 5 yang semuanya berpartisipasi sebagai pemilih memberikan alasan, “Lha memang hanya mbak Farihah dan mbak Marsha yang masuk ke kelasku untuk berpidato, kok. Makanya saya pilih dia.”

Semoga kelak yang dicalonkan ini nantinya akan menjadi calon yang sebenarnya. Pemilihan ini hanya sebagai ajang kreatifitas dan pemahaman semata. Sebab bagi mereka Pilkada adalah sesuatu yang abstrak, tidak bersentuhan langsung dengan mereka. Dengan melaksanakan pilkada ala Al Falah ini, mudah-mudahan mereka semakin paham dan mulai belajar tentang arti sebuah kompetisi. Bahwa harus ada yang menang dan harus ada yang kalah. Yang menang harus amanah, dan yang kalah harus bisa menerima kekalahannya dengan sportif. Dengan demikian dalam pandangan mereka akan tercipta suatu pemilihan yang jurdil (jujur dan adil).

Sebagaimana secara gamblang Rasulullah menyatakan dengan sabdanya: “Wajib atas kalian untuk jujur, sebab jujur itu akan membawa kebaikan, dan kebaikan akan menunjukkan jalan ke surga, begitu pula seseorang senantiasa jujur dan memperhatikan kejujuran, sehingga akan termaktub di sisi Allah atas kejujurannya. Sebaliknya, janganlah berdusta, sebab dusta akan mengarah pada kejahatan, dan kejahatan akan membawa ke neraka, seseorang yang senantiasa berdusta, dan memperhatikan kedustaannya, sehingga tercatat di sisi Allah sebagai pendusta” (HR. Bukhari-Muslim dari Ibnu Mas’ud) (Defi)