Tumbuhkan Kebersamaan dengan Manasik haji Bersama Orang Tua

Manasik Haji Siswa TK dan Ortu

Manasik Haji Siswa TK dan Ortu

Suasana di halaman KB-TK Al falah Pagi itu tampak berbeda, 2 buah kereta kelinci telah tersedia diasana, para siswa dan orang tua juga telah siap dengan baju ihram masing-masing. Seluruh siswa KB-TK Al Falah yang berjumlah 180 anak telah terbagai dalam 16 kelompok atau kloter telah bersiap berangkat dengan menaiki kereta kelinci menuju lapangan Bogowonto.

Sesampai di lapangan Bogowonto, siswa memulai kegiatan dengan duduk berbaris rapi di tempat yang disediakan. Sementara di lapangan telah tersedia miniatur Ka’bah dari kardus yang telah di cat berwarna hitam. Anak-anak di perkenalkan melalui operet tentang sejarah pembangunan Ka’bah oleh nabi Ibrahim yang di perankan oleh Muhammad Azka Zafran Yapari dan Nabi Ismail yang diperankan oleh Muhammad Zaki Putro Kusumo. Selesai Setelah menyaksikan operet tersebut, maka bocah-bocah cilik itu mulai melaksanakan manasik haji. Kegiatan dimulai dengan wukuf, yaitu berkumpul di padang Arafah, disini mereka mendengarkan khutbah Haji yang disampaikan oleh Dimas Trianggoro, dalam khutbah Arafahnya, ia menyampaikan tentang makna haji dan hikmah-hikmah yang terkandung didalamnya.“ Dalam Haji ditanamkan persamaan antara sesama manusia, tidak ada perbedaan di mata Allah SWT kecuali ketaqwaannya “ kata Dimas.

Melempar jumroh adalah kegiatan yang dilakukan setelah wukuf. Dalam kegiatan ini anak-anak diminta mengambil 21 kerikil untuk dilemparkan masing-masing 7 pada pada 3 jamarat yang sudah ditetapkkan, setelah melempar Jumroh, dilakukan Thawaf, yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak 7x. Setelah itu mereka diajak untuk berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwa, yang menggambarkan sejarah siti Hajar , ibunda Nabi Ismail dalam mencari air untuk putranya, sampai akhirnya Allah menurunkan pertolongan dengan dimunculkannya mata air zam-zam.

Seluruh rangkaian kegiatan ini dilakukan dengan semangat oleh anak-anak. Peluh pun membasahi, namun tetap saja mereka tetap asik berlari-larian dalam mengikuti kegiatan ini, “ Panas, tapi enak ya, lapangannya luas, jadi bisa lari-lari, kejar-kejaran “ kata Muhammad Arfa Putra Hasim, siswa kelompok B1, dengan riang.

Rangkaian manasik haji ditutup dengan pemecahan celengan berbentuk Domba yang merupakan hasil infaq qurban anak-anak yang telah dikumpulkan rutin selama 2 minggu. Setelah di hitung, tekumpul dana 3.618.000. lalu hasil infaq tersebut dibelikan 2 ekor pada pak Wahid, salah seorang karyawan Al Falah berperan sebgaai penjuial kambing, membawakan kambing untuk dibeli anak-anak dari hasil infaq yang sudah dikumpulkan. 2 Kambing itu akan dikurbankan untuk Hari Raya Idul Adha nanti. Saat kambing itu datang, anak – anak tampak heboh dan gembira melihatnya, mereka tampak berebut untuk memberi makan kambing yang datang itu. “ harapan kami, anak-anak memiliki semgat dan cita-cita untuk pergi berhaji ke Baitullah saat mereka besar nanti “ kata Siti Fauziah, S.Pd, kepala KB-TK Al Falah, “ Selain itu kami sertakan orang tua bersama anak dalam kegiatan mansik ini agar tumbuh kebersamaan antara anak dan orang tua “ sambungnya.